Apakah agan tau kalau ponsel agan itu dilapisi kaca antigores yang
namanya Gorilla Glass? ternyata perusahaan ini punya sejarah panjang
gan, yang melibatkan Apple, iPhone, dan Steve Jobs. Nah, ini sejarahnya
gan:
Inovasi Kaca Bernama Gorilla
Quote:Quote:Enam bulan sebelum diluncurkannya iPhone pada 2007,
mendiang Steve Jobs mengontak Wendell Weeks, CEO Corning Inc.,
perusahaan kaca yang saat itu baru saja merugi triliunan rupiah.
Jobs meminta Weeks untuk membuat material kaca dengan spesifikasi
khusus. Sebuah kaca yang sangat tipis, transparan, tapi juga tahan
terhadap goresan. Kaca itu yang kemudian digunakan di iPhone generasi
pertama.
Kisah itu hanya tertuang dalam 1,5 lembar buku Steve
Jobs karangan Walter Isaacson yang setebal 656 lembar tersebut. Tapi
kini, cerita tersebut telah melegenda. Terutama ketika Steve Jobs
mengirimkan sebuah pesan kepada Weeks di hari pertama iPhone dikapalkan
yang berbunyi â€kami tidak bisa melakukannya tanpa bantuanmu!,â€.
Tulisan kertas tersebut dipigura di kantor Weeks di Sullivan Park Research Center, AS.
Apple memang membawa berkah bagi Corning. Gara-gara iPhone, Corning
yang saat itu merugi hingga triliunan rupiah dari bisnis lamanya
mendapat order baru untuk membuat kaca tahan gores untuk smartphone.
Selanjutnya, order tidak hanya datang dari Apple, tapi juga kompetitor
Apple seperti Samsung dan HTC.
Dalam waktu singkat, Corning
tidak hanya bisa melakukan rebound, namun juga membayar hutang-hutang
mereka. Bahkan, Corning mendapat predikat sebagai â€Appleâ€-nya
manufaktur kaca anti gores untuk smartphone.
Ini wajar. Produk Gorilla Glass milik Corning memang istimewa. Kaca tersebut dibuat m
enggunakan
proses tanur khas ala Corning yang membuat permukaan kacanya jauh lebih
unggul dibandingkan substrat kaca LCD keluaran perusahaan lainnya.
Kaca tersebut tidak menggunakan logam berat sehingga ramah lingkungan.
Kejernihannya luar biasa, dan dapat diaplikasikan ke layar berdefinisi
tinggi ataupun 3D.
Saat ini, Gorilla Glass telah di adopsi
oleh berbagai perangkat. Mulai dari iPhone, iPad, serta berbagai model
tablet dan smartphone Android lainnya. Pada 2010, kaca tersebut
digunakan lebih dari 200 juta ponsel, mengakomodir 20% market share
global.
Pada 2012, Corning meluncurkan Gorilla Glass 2 yang
diklaim 20% lebih tipis dibanding generasi pertamanya. Namun, memiliki
kekuatan dan sensitivitas yang sama. Gorilla Glass 2 juga memungkinkan
vendor untuk membuat smartphone dengan ukuran lebih tipis. Di kuartal
terakhir 2012, kaca tersebut telah di adopsi lebih dari 1 miliar
perangkat bergerak (1,5 miliar hingga saat ini).
Tahun ini,
Corning akan merilis dua inovasi sekaligus untuk perangkat portabel.
Gorilla Glass 3 dan Gorilla Glass NBT untuk laptop.
Gorilla
Glass 3 menggunakan teknologi Native Damage Resistance (NDR) yang hanya
dimiliki oleh Corning. NDR memungkinkan kaca untuk bisa menyerap daya
lebih besar dan mencegah pecah. Dibandingkan model sebelumnya, Gorilla
Glass 3x lebih tahan terhadap goresan.
Adapun Gorilla Glass
NBT di desain untuk melindungi notebook berlayar sentuh dari goresan dan
risiko kerusakan lainnya dari pemakaian harian. â€Gorilla Glass NBT
lebih tahan 8-10x lipat terhadap goresan dibanding kaca biasa,†ujar
James R. Steiner, VP dan GM dari Corning Specialty Materials.
Quote:
Sejarah Panjang
Corning bukanlah perusahaan perintis (startup) yang tiba-tiba mendapat
berkah dari iPhone. Perusahaan ini sudah berdiri sejak 162 tahun lalu
dan sejak itu tidak pernah berhenti melakukan inovasi (dalam arti
sebenarnya).
Perusahaan tersebut bahkan dikenal dengan slogan
â€pusatnya sabarâ€. Sebab, sudah tidak terhitung berapa kali mereka
mengucurkan dana untuk melakukan uji coba terhadap teknologi yang tidak
mendatangkan profit secara jelas dan langsung.
Labolatorium
Corning penuh dengan penemuan-penemuan dari material kaca yang puluhan
tahun teronggok, menunggu datang kesempatan yang tepat.
Bahkan, sejarah Gorilla Glass sudah dimulai pada 1960-an. Mulanya kaca
tersebut digunakan untuk kaca depan mobil dan kaca jendela penjara.
â€Kami menemukan banyak sekali barang yang ternyata digunakan untuk
berbagai keperluan lain,†ujar Adam Ellison, salah satu peneliti yang
membantu proyek Gorilla Glass. â€Corning adalah material unik yang
menjalani proses unik. Inilah yang membuat kami bertahan selama 162
tahun lagi,†ia menambahkan.
Quote:
Masa Buruk dan Masa Depan
Ketika dot-com meledak pada 2001, salah satu industri yang paling
terkena imbasnya adalah serat optik. Padahal, Corning adalah salah satu
pemain besar.
Sahamnya langsung anjlok dari USD113 per lembar
menjadi hanya USD1.10. Sedangkan pendapatan Corning jatuh dari USD6,9
miliar pada 2000 menjadi USD3.2 miliar pada 2002. Pada 2001, kerugian
mereka mencapai USD5,5 miliar, dengan hutang hingga USD4,4 miliar.
Mau tidak mau PHK terpaksa dilakukan. Biaya riset dipotong 50%. Para peneliti mereka juga dipindah ke kantor pusat.
Tidak ada menyangka bahwa penyelamat itu justru datang dari sebuah
material kaca yang tipis, kecil, namun kuat. Bisnis yang â€datang dari
langit†itu kini membuat Corning mampu membukukan sepertiga dari total
pendapatan perusahaan pada 2012 yang mencapai USD7,6 miliar, dan 78%
dari laba bersih senilai USD1,6 miliar (Rp16 triliun) mereka.
Lalu, inovasi apa yang akan dilakukan Corning selanjutnya? Jawabannya
adalah mobil. Tahun depan, BMW mulai menggunakan Gorilla Glass di kaca
belakang dan sunroof mereka.
Sedari awal, Gorilla Glass yang
berbahan Chemcor itu memang ditujukan untuk kaca mobil. Namun, pabrikan
mobil tidak menggunakan Gorilla Glass karena bahan kaca yang ada saat
ini masih sangat memadai.
Namun, kebutuhan berubah karena
Gorilla Glass sangat ringat. Ini berdampak pada pusat gravitasi mobil
(center of gravity), yang ujung-ujungnya mempengaruhi penghematan bahan
bakar. Saat ini, penghematan itu sangat berpengaruh.
Saat ini
Corning juga sedang mengembangkan Gorilla Glass dengan teknologi anti
refleksi sehingga pengguna masih bisa membaca smartphone-nya tepat
dibawah sinar matahari. Kemudian, ada juga teknologi pelapis
anti-mikroba, mengingat ada penelitian yang menyebut bahwa permukaan
smartphone bisa menjadi tempat menampung bakteri.
Yang
terbaru, Gorilla Glass juga memiliki material baru yang disebut Willow.
Willow adalah kaca superfleksibel yang lebih tipis dari uang kertas dan
dapat diproduksi dengan murah.
Kemungkinan penggunaannya bisa
sangat beragam. Bisa menjadi lapisan supertipis untuk membungkus hotel
pencakar langit, e-book, sel surya, dan bahkan wearable computer.
Firma riset IHS memprediksi bahwa pasar layar fleksibel dapat melonjak
ke angka USD41,3 miliar pada 2020 dari hanya USD100.000 tahun ini.
Untuk melihat bagaimana visi Corning terhadap masa depan, Anda bisa
mengetik kata kunci â€A Day Made of Glass†di YouTube.
Lebih lanjut cerita soal Gorilla Glass ada disini:
SUMBERNYA GAN
Foto-Fotonya gan:

Labolatorium Corning penuh dengan penemuan-penemuan dari material kaca
yang puluhan tahun teronggok, menunggu datang kesempatan yang tepat.
Kaca Gorilla glass sangat tipis
Contoh ketipisan kaca gorilla glass lainnya

Walau tipis, tapi lentur dan kuat gan!

Ini layer-layer yang ada di smartphone

Nggak cuma iPhone, tapi banayk smartphone yang pake kaca Gorilla Glass
Nah, ini visi masa depan ketika teknologi semuanya sangat tergantung pada kaca:

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/5258e320ffca173c1a00000a